Wednesday, November 18, 2009

MagicCommunication with NLP


“MAGIC COMMUNICATION”

Communication Skill With NLP Approach

Hotel Solo Inn-Solo 21-22 Nov 2009


NLP merupakan sesuatu yang sederhana lagi menyederhanakan hidup kita, karena dengan NLP dengan nyamannya kita akan menyadari dan menikmati alangkah indahnya hidup ini. NLP itu sebuah program yang hebat lagi menghebatkan diri kita, dengan mudahnya kita mengoptimalkan betapa luar biasanya potensi diri kita ini, khususnya dalam komunikasi.
Karena NLP merupakan pendekatan mutakhir dalam teknologi pemberdayaan manusia dengan seperangkat presuposisi dan teknik-teknik yang praktis yang sangat efektif dan elegan, dapat diaplikasikan secara riil dalam berbagai bidang, baik terkait dengan pekerjaan ataupun personal. NLP sudah banyak terbukti memiliki kelebihan dalam hal mampu memberdayakan manusia dengan teknologi fungsi otak yang sangat efisien, cepat dan efektif berdampak kuat terhadap peningkatan pengetahuan, perubahan sikap, pembentukan perilaku serta kebiasaan-kebiasaan positif untuk mencapai tujuan-tujuan yang luar biasa.
Sharing ini akan membawa kita secara otomatis dalam kepemilikan dan penguasaan hebatnya sikap, pengetahuan, kemampuan dan kompetensi menggunakan tool-tool NLP untuk komunikasi. Jika kita sangat mengangap penting NLP untuk aplikasi keseharian, berkomunikasi dalam kehidupan, maka program ini merupakan program yang sangat tepat. Karena tidak ada satupun dari kita yang bisa menghindari komunikasi.
Sharing ini diadakan, karena banyaknya masyarakat yang seharusnya mampu berkomunikasi dengan elegant, efektif, sehingga dapat mencapai kebahagiaan, kesuksesan dan kemuliaan dalam pekerjaan, bisnis, keluarga, masyarakat, dll. Harusnya sebagian besar dari kita sudah mempelajari tentang NLP, karena NLP saat ini merupakan suatu bidang baru yang amat digandrungi oleh berbagai pihak tidak saja di Indonesia. Mulai dari eksekutif papan atas, pengusaha, psikolog, dokter, olahragawan, dosen, bintang film bahkan sampai politisi.

SIAPA YANG PANTAS MENJADI PESERTA?
Siapapun sangat baik menjadi peserta dalam workshop ini. Komunikasi untuk siapapun. Karena tidak ada yang mampu menghindar untuk tidak berkomunikasi. Baik professional, eksekutif, pedagang / sales, trainer, penceramah, dosen, guru, dokter, perawat, konsultan, HRD, personalia, pencari kerja, karyawan, pebisnis/usahawan, mahasiswa, pendidik, dll. Siapa saja yang ingin mengaplikasikan teknologi pemberdayaan dan optimalisasi fungsi otak serta fikiran bawah sadar untuk komunikasi. Sehingga hal ini berdampak pada pengembangan diri, pencapaian prestasi, pengelolaan bisnis lebih baik, kesehatan fisik dan mental, pendidikan dan peningkatan kualitas hidup disemua bidang lainnya.

TUJUAN SHARING INI
Manfaat yang sangat banyak dan menguntungkan dalam program ini, antara lain :
- Memahami tentang komunikasi pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.
- Mampu mengolah dan memprogram pikiran secara positif.
- Mampu menghilangkan penyakit mental dan mental block yang merugikan.
- Mampu selalu menampilkan kemampuan terbaik setiap saat dan dalam berbagai situasi.
- Mampu menghilangkan dan kebiasaan-kebiasaan dan perilaku negative dalam komunikasi.
- Mampu membentuk kebiasaan-kebiasaan positif dalam berkomunikasi.
- Mampu melakukan komunikasi dan hubungan interpersonal yang elegan.
- Mengenal Pola Bahasa Hypnosis (NLP Technique)
- Mengenal cara berfikir seseorang saat berhadapan dengan anda.
- Belajar strategi komunikasi agar orang senang dengan anda.
- Menerapkan Rapport System agar komunikasi akrab dalam sekejab.
- Belajar empathy dengan kebutuhan seseorang saat berkomunikasi.

GARIS BESAR MATERI SHARING

Pada sharing ini peserta akan mendapatkan keuntungan yang lebih dengan berdiskusi dan belajar mengenai :
- Introduction of NLP.
- Sensory Acuity, Body Awareness dan Peripheral Senses.
- Representational Systems.
- NLP Communication Models.
- Framing dan Refreaming.
- Building Self Confidence dan Instant Modelling, dan lain-lainnya.
- Menyadari kekuatan terbesar dalam diri.
- Tampil penuh berani di depan siapapun dan dimanapun.
- Mengenali profiling diri sendiri dan orang lain.
- Bisa memahami kebutuhan orang lain secara efektif.
- Memahami perasaan orang lain dan apa yang difikirkannya.
- Mampu menyampaikan dan menjual ide (gagasan) dengan penuh meyakinkan.
- Mampu memahami dan menggali maksud, keinginan serta kebutuhan orang lain secara lebih cerdas dan efektive.

TEMPAT & WAKTU PELAKSANAAN
Dengan lebih nyaman, sharing akan dilaksanakan di Hotel Solo Inn, 21 Nov 2009 Pukul 09.00 s/d 22 Nov 2009 pukul 12.00. Menginap 1 malam.

BIAYA SHARING
Dalam 2 hari sharing peserta mendapatkan bonus yang luar biasa :
- CD e-Book of NLP dan materi lain-lain(senilai 750 Rb)
- Menginap semalam dengan kelas Deluxe (rate Rp. 485 Rb)
- Vouchers otomatis SPECIAL DISCOUNT untuk Public Workshop yang diadakan Cuat Bina Manajemen (15 %)
- Discount special pembelian di Optik Sinar Mas – Jl Brigjend Katamso 77 Mojosongo Solo (senilai 25 Rb untuk pembelian diatas Rp. 250.000,-).
- Discount langsung untuk mengikuti training kelas Practitioner NLP Sertifikasi Internasional dari NF NLP yang diadakan NLP Consult Indonesia (senilai 1 Juta). Berlaku untuk masing-masing orang.
- Juga discount 10% untuk mengikuti training Aplikasi NLP dari NLP Consult Indonesia.
Dan sangat ringan investasi dibanding dengan bonus lebih dari 2.3 Jt dan yang kami tawarkan per orang :
hanya : 1.490.000,- Daftar & Pembayaran sebelum 7 Nov 2009 (Earlier Early Bird)
atau hanya : 1.990.000,- Daftar & Pembayaran sebelum 14 Nov 2009 (Early Bird)
atau : 2.490.000,- Daftar & Pembayaran setelah 14 Nov 2009 (Reguler)
Setiap peserta mendapatkan Sertifikat, Handout, Training Kit, 1 X Breakfast pada hari ke 2, 2 X Lunch, 1 X Dinner, Coffee Break, Bonus diatas. Sharing dengan lebih banyak praktek langsung, diskusi dan games. Sedang paparan sebagai sarana menjelaskan secara inti materi.

KONTAK PERSON
Untuk penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi kami secara langsung atau kontak person, sebagai berikut :
- Yant Subiyanto (Telp. 0271 822040, Mobile : 0812 123 0050)
- Inang Dyah W. (0812 2610 0050 SMS Only)

Kontak via email bisa ke : info.cuat@gmail.com, yant.subiyanto@gmail.com
Kontak via fesbuk : www.facebook.com/yant.subiyanto
Kontak via YM : yant_cuat@yahoo.co.uk

PEMBAYARAN DAN PENDAFTARAN
Untuk kenyamanan dan kemudahan pembayaran dengan cara Transfer ke BCA KCP Palur No Rek 327 027 7267 a.n. Subiyanto atau rekan kami akan menjemput ke perusahaan atau rumah Anda.
Nomor Pokok Wajib Pajak 14.219.393.7-526.000 a.n. Subiyanto dengan alamat Jl Arimbi Blok A No 6 Perum Griya Mukti RT/RW 02/02 Jaten Karanganyar 57771.

Tuesday, November 17, 2009

Expresi !

Jadi ingat salah satu iklan yang sering ditayangkan media televisi, “Mana expresinya? Expresi ! Expresi !”. Kira-kira ada potongan kalimat seperti itu. Dan memang judul diatas juga terkait dengan pertanyaan yang sama. Ketika seseorang tampil membawakan sebuah script sinetron ataupun drama, seorang sutradara akan meminta agar expresinya semakin mendalami dan sangat tampak dalam peran yang ditokohkan. Ketika expresi totalitas seorang WS Rendra, Almarhum, saat membaca puisi mampu membuat kita terhipnotis dengan expresi yang menyertai.

Dalam kehidupan sehari-hari, expresi merupakan hal yang sangat alamiah, sering tanpa disadari terjadi. Saat fikiran kita merasakan suatu kesedihan expresi wajah kita juga akan menampakkan kesedihan itu, saat bergembira juga sama. Saat kaget, bingung, marah, dll semua akan terbaca oleh orang lain dari expresi kita. Menjadi sinyal pemberi informasi kepada orang lain suatu keadaan internal fikiran kita dengan visualisasi yang mudah terlihat atau terbaca.

Bagaimana dalam kita memberikan training, pelatihan atau pemberian informasi lainnya? Expresi menjadi hal penting, karena proses visualisasi ini yang dilihat oleh orang lain sehingga secara mudah memberikan suatu interpretasi benar atau tidaknya informasi yang disampaikan. Sangat penting untuk training atau pelatihan. Semakin kita memberikan expresi yang semakin mendekati kondisi yang kita sampaikan, maka akan semakin dalam kesan dari peserta/trainee. Saat menceritakan suatu hal yang sangat menyenangkan dengan berbinar dan rona gembira yang terpancar. Saat melakukan sebuah monolog memerankan beberapa orang, masing-masing bisa tampak seolah nyata. Itu semua karena adanya expresi. Apa yang akan terjadi kalau kita membawakan sebuah cerita, didalamnya ada percakapan dari dua orang atau lebih, namun dibacakan dengan datar tanpa expresi, tanpa intonasi, sehingga tidak bisa dibedakan mana yang sedang gembira, bingung, marah, dll? Tentu saja akan sangat membosankan. Bahkan akan menjadi sebuah cerita yang sangat tidak menarik walaupun sebenarnya isi cerita sangat bagus.

Minggu kemarin saya membawakan pelatihan 2 hari dan outbound, “Peer Tutor 2009” untuk sekiatr 60 mahasiswa dan 10-an dosen sebagai supervisornya, dari Universitas Widya Mandala, Madiun Jawa Timur. Pertemuan di sekitar lokasi pariwisata Telaga Sarangan. Salah satu sesi pelatihan tersebut, bagaimana seorang tutor (dalam hal ini sebagai trainer), melatih diri untuk berexpresi sebaik mungkin, sedekat mungkin dengan peran emosi internal yang sebenarnya. Beberapa mahasiswa maju kedepan dan diminta memerankan beberapa kondisi emosi. Kondisi emosi masing-masing saya cetak di selembar kertas, yang kemudian diagntungkan di leher. Sehingga sangat terbaca jelas peran emosi apa yang dilakonkan, oleh para trainee lainnya. Saat persiapan semua berdiri didepan, dan diberikan kesempatan berfikir beberapa menit. Setelah itu akan diberikan instruksi, untuk berjalan lebih dekat ke trainee lainnya dengan expresi peran emosi masing-masing. Saat mempersiapkan diri, salah satu trainee yang berada didepan dengan emosi BINGUNG yang diperankan, saya berikan pertanyaan yang sama sekali tidak ada kaitan dengan kondisi waktu itu. Yang terjadi adalah, dia benar-benar merasa bingung. Dengan pandangan mata yang aneh menatap ke saya dan trainee lain, dengan expresi yang tidak tahu apa-apa. Gerr… dalam kelas terjadi, trainee yang lainnya meneriakkan Lulus…Lulus… maksudnya sesuai dengan peran yang semestinya dilakukan. Karena itu terjadi alamiah, sehingga sangat-sangat nyata expresi yang terjadi.

“Seperti itu teman-teman! Hal yang diharapkan dari sebuah expresi. Nyata. Sehingga semua yang disini setuju, kalau dia memang sedang bingung. Ini hanya sebagai contoh saja, untuk teman-teman semua. Ternyata expresi mudahkan?”.

Lalu rekan yang lain, mulai berjalan maju kedepan, dengan memerankan expresi yang tertulis di dadanya. Lucu, karena banyak expresi yang tidak memvisualisasikan yang semestinya. Dan ketika kita minta agar lebih fokus lagi, masih dijawab dengan itu merupakan hal sulit.

“Oke, kita akan melakukan dengan cara lain. Dengan NLP. Saya minta dibantu teman yang berperan sedih dan gembira duduk di depan. Berdampingan dengan jarak 2 meter dan menghadap trainee lainnya”.

Dua trainee sudah duduk di depan dengan emosi yang berlawanan. Setelah itu, keduanya saya antar dengan intervensi ringan. Dari memasuki relaksasi, mengingat suatu history yang sesuai dengan peran emosi yang tertulis di dadanya, dan mendalami yang dirasakan. Dengan beberapa untaian kalimat ringan, keduanya dalam waktu yang singkat sudah dalam kondisi expresi yang sangat berbeda. Satu menitikan air mata kesedihan, dan satu lagi dengan menyungging senyum bahagia sangat terlihat rona kegembiraan. Setelah breakstate, baru dijelaskan perjalanan dari awal relaksasi oleh keduanya secara bergantian.

Okey, ternyata melakukan sebuah expresi merupakan hal yang mudah. Pasang aja beberapa anchor emosi, sehingga siap digunakan kapanpun.

Kok emosi berlawanan bisa dengan satu script? Mudah saja, tulisan saya berikutnya, mengupas script ringan efktif…. Oh yaa…. Siapa saja dipersilahkan jalin silaturahim lebih jauh lagi dengan kami, ikuti saja salah satu kelas training kami atau silahkan mampir ke weblog, atau dengan senang hati dan mudah calling, sms, chatting…. masuk aja ke http://yantsubiyanto.blogspot.com

Training dalam waktu dekat, “Magic Communication, 2 days workshop 21-22 November 2009, menginap di Solo Inn Hotel – Solo, bonus sampai dengan 2.3 jt dan biaya keikutsertaan hanya 2.490 Rb. Silahkan direct call 0812 123 0050.

Semoga memberikan manfaat, salam suskes….


Yant Subiyanto, ST, CM-NLP

CUAT Bina Manajemen-Roemah NLp Solo

Jl Srikandi No 3 Perum Griya Mukti – Jaten

Kab. Karanganyar, Jawa Tengah Indonesia 57771

Ph. +62 271 822 040, +62 812 123 0050, +62 812 2610 0050

Email : info.cuat@gmail.com, yant.subiyanto@gmail.com YM : yant_cuat@yahoo.co.uk

Weblog http://yantsubiyanto.blogspot.com www.facebook.com/yant.subiyanto

Friday, November 13, 2009

Jangan Perlihatkan Wajahmu !


Sahabat, ada kalanya kita tidak menguasai diri untuk tidak marah. Banyak sekali ragam perilaku saat sedang marah. Sebut saja salah satunya dengan beberapa fisiologis seperti berkata keras dan tinggi (membentak), mata melotot dan berbias merah, wajah merona merah gelap, otot sekitar rahang dan leher menjadi kaku atau menegang, dan lainnya. Ekspresi lainnya ada yang cenderung diam, menjadi tidak peduli dengan lingkungan, dan lain-lainnya.
Saat seseorang sedang dalam keadaan marah, bagi siapa saja yang sudah terbiasa berada disekitarnya akan bisa membedakan. Apakah saat ini sedang marah, senang, riang, sedih atau rasa apa saja. Karena dari sisi fisiologis masing-masing orang akan cukup mudah dikenali, apalagi perubahan yang signifikan.
Ada orang tua setiap kali anaknya melakukan kesalahan dia marah dengan ekspresi kasnya. Apapun halnya yang membuat marah selalu dengan ekspresi sama. Pada saat hal yang dilakukan anak tersebut tidak berubah, misalnya belum berhenti melakukan sesuatu yang membuat orang tuanya marah, orang tua tersebut akan mulai dengan berkata keras. Jika anak tersebut masih meneruskan maka dia akan didatangi oleh orang tua tersebut. Suatu ketika anak tadi tidak mengikuti apa yang dikatakan orang tuanya hingga, memancing marah yang lebih besar dan orang tua tersebut memukul salah satu bagian tubuhnya.
Hari berlalu, berganti minggu dan berganti bulan. Suatu saat, Si Anak tadi melakukan hal yang tidak diijinkan Si Orang Tua. Akibatnya kalau diteruskan tentu saja Si Anak akan mendapatkan hal sebagaimana yang pernah didapatkan sebelumnya. Saat anak tadi hendak meneruskan, dia melihat orang tuanya sedang melihat dirinya dan dengan ekspresi kas marah yang muncul. Spontan Si Anak tadi menghentikan kegiatannya. Karena dia sadar betul konsekuensi yang akan dialami, kalau masih nekad melakukan lagi.

Pada ilustrasi diatas apa yang terjadi sahabat? Pengenalan fisiologis? Atau anchoring? Atau dua-duanya?

Si Anak akan menterjemahkan sesuai kondisinya. Saat dalam keadaan sadar total dengan logical level yang baik, dia akan mengenali bentuk fisiologis. Mengenali tanda-tanda yang terjadi pada perubahan orang tuanya. Sehingga menyimpulkan bahwa orang tuanya marah dengan yang dilakukan. Penterjemahan secara aktual dalam bentuk larangan untuk dilanjutkan. Sehingga tindakan yang dilakukan anak tadi adalah menghentikan.
Jika Si Anak tersebut melihat dengan peripheral view atau dengan kondisi alfa (unconsious) karena kondisi fokus pada suatu kegiatan atau mainan tertentu, maka yang bekerja adalah anchoring. Sehingga secara tidak sadar, setiap melihat wajah orang tuanya dengan ekspresi itu, diterjemahkan dengan marah. Sebagai bentuk larangan untuk melanjutkan sesuatu apapun yang sedang dilakukan anak tadi.
Walau sangat mungkin terjadi dua proses berjalan dengan bersamaan. Sehingga sangat efektif, saat berfikir mengartikan ekspresi, pada lain sisi secara tidak sadar sudah menghentikan kegiatan tersebut.

Apakah marah dengan expresi ada sisi negatifnya?
Interpretasi terhadap fisiologis tertentu dalam kondisi sadar maupun tindakan karena proses anchoring dalam kondisi bawah sadar, berjalan dengan otomatis. Berbedanya dalam kondisi sadar masih ada kesempatan melakukan bantahan atau fungsi kritis masih terjadi. Sedang dalam proses anchoring akan langsung terjadi tanpa adanya proses penalaran yang kritis.
Jika anchor ini tertanam begitu kuat sehingga akan terpasang permanen sebelun dihapuskan. Misalnya suatu ketika, anak tersebut sedang berlibur bersama keluarga. Anak tersebut sudah dewasa dan sudah juga berkeuarga. Pada suatu kesempatan keluarga besar berlibur di pantai.
Pada suatu ketika, terjadi sebuah kecelakaan, ada seorang gadis yang nyaris tenggelam di pantai yang agak dalam. Si Anak tersebut, yang sekarang sudah dewasa dan telah beristri hendak meolong. Dia menceburkan diri ke pantai dan segera menyelamatkan, gadis tersebut.
Saat berenang membawa gadis tersebut menuju tepian, orang tuanya melihat kejadian itu. Dia berfikir bahwa si anak berenang dengan gadis itu. Spontan wajahnya akan menampilkan ekspresi kasnya lagi. Saat ekspresi ini dilihat oleh Si Anak yang sedang menolong, maka langsung mengakses alam bawah sadarnya. Karena dia dalam keadaan fokus kuat terhadap gadis tersebut. Saat bawah sadarnya terakses, maka interpretasi yang terjadi adalah dilarang untuk meneruskan menolong tadi. Gadis itu dilepaskan, tanpa sadar. Sehingga gadis itu mengalami hal yang fatal.

Ilustrasi tersebut mungkin sangat mengada-ada atau terlampau membesarkan. Namun dalam hal yang lebih kecil, sebenarnya sering sekali terjadi. Khususnya pada keluarga kita. Ternyata, sangat berefek jika kita marah dengan menampakkan wajah kita. Dengan memperlihatkan fisiologis yang terjadi perubahan pada raut muka kita. Harus mulai belajar, setiap kita sedang marah, mengendalikan atau setidaknya dengan mengalihkan pandangan ke arah lain (membelakangi). Setidaknya kita menyadari bahwa orang yang kuat lagi keras, bukan yang selalu bisa menang dalam perkelahian, namun orang kuat itu, orang yang bisa mengendalikan marahnya. Mari, untuk siapapun jika memang tidak bisa tidak untuk marah, maka palingkan muka biarkan cukup suara saja yang terdengar olehnya.

Semoga memberikan manfaat, salam suskes….

Yant Subiyanto, ST, CM-NLP
CUAT Bina Manajemen-Roemah NLP Solo
Jl Srikandi No 3 Perum Griya Mukti – Jaten
Kab. Karanganyar, Jawa Tengah Indonesia 57771
Ph. +62 271 822 040, +62 812 123 0050, +62 812 2610 0050
Email : info.cuat@gmail.com, yant.subiyanto@gmail.com YM : yant_cuat@yahoo.co.uk
Weblog http://yantsubiyanto.blogspot.com www.facebook.com/yant.subiyanto

Wednesday, October 21, 2009

Spirit of The Day - Tantangan Berat dan Berhasil



Tantangan ringan walau Berhasil rasanya akan sangat kurang dalam merasa puas. Sangat berbeda dengan sebaliknya.

Salam Sukses Selalu...

Menuju Sumber Daya Era Maju dengan Belajar dan Belajar pada Tahapan Proses 5M

Wednesday, October 14, 2009

Spirit of The Day - Berani Mulai Melangkah !


Cuat Bina Manajemen - Roemah NLP Solo
Jl Srikandi No 3 Perum Griya Mukti Jaten
Karanganyar Surakarta Jateng 57771
Telp. +62 271 822040 +62 812 123 0050 +62 812 2610 0050
info.cuat@gmail.com yant.subiyanto@gmail.com